Pages

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

DAMPAK PSIKOLOGIS DARI INTERNET

KLIPING II
DAMPAK PSIKOLOGIS DARI INTERNET
1. DAMPAK PSIKOLOGIS TEKNOLOGI KOMUNIKASI
By Muhammad Baitul Alim + November 27th, 2010
Dampak Psikologis Teknologi Komunikasi Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, tak dapat dinafikkan bahwa media komunikasi berteknologi saat ini sangat berkembang dengan pesat. Mungkin perkembangan teknologi komunikasi ini akan lebih cepat daripada perkembangan teknologi transportasi. Sebagai suatu misal, perkembangan HP, internet, televisi dan teknologi komunikasi lainnya akan lebih cepat daripada perkembangan mobil dan lain sebagainya.
Selain adanya kelebihan pada teknologi komunikasi (hi-tech communication) yang telah disinggung pada bagian sebelumnya maka sebenarnya terdapat beberapa dampak psikologis, antaranya;
1. Individual space meningkat, yaitu meningkatnya ruang invidual karena telah memperoleh informasi melalui media komunikasi yang canggih, misalnya internet. Orang akan lebih menyukai duduk di depan computer yang berinternet daripada bersosialisasi dengan orang lain di dunia nyata. Dengan demikian, social space akan menyempit dan digusur dengan individual space tersebut.
2. Kecemasan sosial terhadap suatu fenomena meningkat. Dengan adanya media komunikasi yang berteknologi tinggi maka informasi akan lebih cepat menyebar. Contohnya, informasi mengenai wabah flu burung. Sebelum adanya informasi tersebut, orang tidak takut mengkonsumsi unggas. Namun setelah adanya informasi yang menyebar dengan cepat mengenai flu burung maka kecemasan sosial terjadi, yaitu orang merasa takut untuk mengkonsumsi unggas. Begitu juga fenomena tsunami di Aceh, sehingga setiap kali gempa di beberapa daerah, orang akan mencari informasi tentang kemungkinan tsunami. Inilah yang menjadi contoh adanya kepanikan sosial (social anxiety) karena media komunikasi berteknologi tinggi yang membahana.
3. Kebutuhan komersial masyarakat meningkat; sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa media komunikasi yang hi-tech akan mempengaruhi minat audience dan mempersuasi audience. Oleh karena itu, hal ini digunakan oleh perusahaan jasa komunikasi dan perusahaan komersial untuk memanfaatkan sifat konsumerisme masyarakat ini.
4. Kriminalitas meningkat; jika kita melihat tayangan di TV mengenai informasi atau film tentang kriminalitas dengan modus yang canggih maka ini sebenarnya merupakan inspirasi bagi pelaku kejahatan lainnya. Proses meniru tayangan kriminalitas ini yang dikenali sebagai modeling perilaku kejahatan. Apalagi kalau kita mencermati modus operandi kejahatan di dunia maya (internet) yang sedang marak maka seolah-olah mudah sekali melakukan kejahatan yang dibantu dengan media komunikasi berteknologi tinggi. Masih ingat kasus penipuan melalui e-mail, HP dan chatting?
5. Pemenuhan rasa ingin tahu (need of curiousity); sudah menjadi kodrat manusia diciptakan dengan kekuatan pemikiran yang luar biasa. Pemikiran ini yang dirangsang dengan rasa ingin tahu atau penasaran yang besar. Dengan media komunikasi yang berteknologi tinggi, terjawablah rasa penasaran manusia tentang apapun itu. Semua bisa kita cari di internet dengan menggunakan kata kunci tertentu. Mudah kan?
6. Tehnologi dapat mengurangi kreativitas; teknologi yang menjadi alat bantu manusia menjanjikan sejuta efisiensi. Oleh karena itu, manusia akan menjadi malas karena kemajuan teknologi tersebut. Sebagai misal, aktivitas copy-paste di mahasiswa akan menjadi budaya plagiat di kemudian hari. Pada akhirnya kreativitas seseorang dapat menurun jika ia tak pandai memanfaatkan teknologi untuk pengembangan dirinya.

2.Dampak Internet Bagi Perkembangan Anak
Kemajuan pada bidang teknologi tiap suatu Bangsa berbeda-beda bergantung dari pandangan dari tiap-tiap masyarakatnya dalam memahami akan kehadiran internet pada sekarang ini. Selain itu pengenalan Internet kepada Anak-anak sejak dini juga salah satu faktor yang akan mempengaruhi maju tidaknya suatu Bangsa di masa depan. Diperkirakan Teknologi Informasi ini akan semakin berkembang dan akan banyak digunakan di masa depan. Oleh karena itu, banyak orang tua yang sangat antusias untuk memperkenalkan Internet kepada Anak-anaknya guna menyambut masa depan. Berbagai macam Ilmu Pengetahuan yang berguna bagi perkembangan Anak dapat ditemukan di Internet. Akan tetapi di sisi lain, setiap perkembangan teknologi tidak luput dari dampak negatifnya. Karena itu semua sudah menjadi sunnahtullah.
Berikut ini Kami paparkan sedikit dampak positif dan dampak negatif internet bagi perkembangan Anak :
Dampak Positif
-Memperkaya pengetahuan genarasi muda bangsa dalam meningkatkan mutu dan kualitas bangsa itu sendiri di mata Dunia.
-Ilmu Pengetahuan Anak akan semakin luas karena berbagai macam Ilmu Pengetahuan ada di Internet.
-Anak bisa berkenalan dengan Anak lain yang berbeda wilayah atau Negara sehingga kemampuan berkomunikasi dengan bahasa lain juga menjadi hal yang patut di banggakan, dan lain-lain.
-Memudahkan siswa ataupun anak dalam mengerjakan tugas maupun mencari materi pelajaran di sekolah.
-Menjadikan anak tidak ketinggalan akan teknologi yang semakin berkembang dari hari ke hari.

Dampak Negatif
-Terdapat situs-situs dan permainan yang dapat menggangu perkembangan Si Anak seperti Pornografi, Permainan yang berbau kekerasan dan lainnya.
-Kecanduan pada dunia Komputer dan Internet yang juga dapat mempengaruhi perkembangan Si Anak.
-Kurangnya sosialisasi dengan orang terdekat karena kesukaannya akan bermain internet

PENANGGULANGAN DAMPAK NEGATIF
Berikut ini adalah beberapa cara untuk menanggulangi dan memperkecil dampak negatif internet bagi Perkembangan Anak :
1. Pihak Orang Tua
- Orang tua harus memperkenalkan Internet secara langsung kepada anaknya bukan orang lain. Perkenalan meliputi manfaat berinternet, cara penggunaannya, dll.-
- Tempatkan Komputer pada ruang utama. Hal ini untuk memantau apa saja yang sedang dilakukan si anak saat Browsing.-
- Atur dan batasi waktu Anak untuk Browsing.-
- Memasang software untuk memblok situs-situs yang berbau negatif seperti situs Pornografi, Kekerasan, dan lain-lain yang berpengaruh pada perkembangan si anak itu sendiri.-
-Memilih permainan yang sesuai dengan umur si Anak.
2.Pihak Sekolah
- Memberikan arahan situs – situs yang bermanfaat dan juga menarik untuk pendidikan Si Anak.
- Menasehati bahwa situs-situs negatif itu sangat merusak perkembangan si Anak secara langsung.
- Menegur dan memberikan hukuman (sanksi) yang tegas kepada siapa saja yang membuka situs- situs yang berbau negatif.
3.Pihak Masyarakat
- Pemerintah, Lembaga teknologi, atau Komunitas teknologi harus cepat memberikan suatu solusi yang terbaik dalam penangggulangan dampak negatif yang akan mempengaruhi perkembangan Generasi Bangsa.
-Sebaiknya penyedia usaha Warung Internet (Warnet) juga berperan aktif untuk mengurangi dampak negatif itu sendiri dengan cara memasang software pemblok situs-situs negatif dan memasang tempat browsing yang terbuka, tidak terlalu ditutup-tutupi.
-Masyarakat juga sebaiknya membagi Warnet menjadi beberapa kelas, seperti warnet kelas dewasa dan dan warnet kelas remaja dan anak-anak.


3.Internet Dan Eksplorasi Diri
Apakah internet dapat digunakan sebagai alat untuk eksplorasi diri? Pertanyaan tersebut bukanlah tanpa alasan mengingat bahwa banyak situs yang menampilkan berbagai test EQ maupun IQ. Selain itu teknologi dunia maya ini memberikan banyak kesempatan kepada individu untuk mengekspresikan diri secara unik. Namun demikian para Psikolog berpendapat, kalau seseorang gagal mengintegrasikan antara diri sejati dengan diri yang diekspresikan secara berbeda di internet, maka hal ini akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan pribadi orang tersebut.
Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, para Psikolog memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya. Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia menutup diri terhadap komunikasi sosial entah karena keasikan ngebrowse atau karena internet dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadiannya. Hal itu dapat terjadi karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online dengan offline. Motivasi dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap dirinya sendiri (mungkin karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), lantas menciptakan dan menampilkan kepribadian yang lain sekali dari dirinya yang asli. Seringkali ia lebih suka pada kepribadian hasil rekayasa yang baru karena tampak ideal baginya. Padahal, menurut para Psikolog, hal ini tidak benar dan tidak sehat. Mengapa demikian?
Michelle Weil, seorang Psikolog dan pengarang buku terkenal, memberikan contoh konkrit tentang seorang gadis yang dijauhi oleh teman-temannya lalu kemudian menghabiskan waktu untuk mojok berchatting ria dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif dengan karakter aslinya. Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan kenyataaan sosial yang ada, bahkan tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut pakar psikoanalisa terkenal seperti Erich Fromm, kondisi demikian dinamakan neurosis. Kondisi neurosis yang berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan jiwa yang serius. Michelle lebih lanjut menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya kepribadian online yang berbeda dengan yang asli.
Tentu saja ada pengaruh positif dari penggunaan (bukan kecanduan) internet terhadap kepribadian seseorang. Reid Steere, seorang Sosiolog dari Los Angeles mengatakan, jika seseorang menggunakan internet sebagai media eksplorasi diri dengan kesadaran penuh, ia akan mengalami pertumbuhan sebagai hasil dari refleksi dirinya secara utuh melalui internet.

> Perbedaan kepribadian pria dan wanita.
Kehadiran komputer dan internet telah merubah dunia kerja, dari tekanan pada kerja otot ke kerja otak. Implikasinya adalah perbedaan perilaku pria dan wanita semakin mengecil. Kini semakin banyak pekerjaan kaum pria yang dijalankan oleh kaum wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.
Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women: From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya. Selain itu semakin banyak wanita yang menjadi pimpinan perusahaan dan sekaligus menjadi pemilik perusahaan. Di Indonesia selama 54 tahun merdeka belum pernah ada wakil presiden wanita, kini di tahun 1999 Indonesia sudah memilikinya.
Peran wanita dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan keluarga semakin besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Amerika Serikat 75 persen dari keputusan yang menyangkut kesehatan dalam keluarga diputuskan oleh wanita. Wanita membeli 50 persen dari mobil yang terjual di Amerika. Bahkan Toyota melaporkan bahwa 60 persen pembeli mobil mereka adalah kaum wanita. Sekitar 80 persen dari belanja keperluan konsumen sehari-hari dibelanjakan oleh kaum wanita.
Hal yang tidak kalah menariknya adalah semakin banyak wanita yang melakukan pekerjaan yang tadinya pekerjaan yang dominan dilakukan kaum pria. Kalau semula pekerjaan membeli ban baru untuk mobil umumnya dilakukan pria, kini ban mobil yang terjual di USA sekitar 45 persen dibeli oleh kaum wanita. Peralatan sport yang laku di USA 40 persen berasal dari pembeli wanita. Hal lain yang menonjol adalah 75 persen pakaian pria dibeli oleh wanita, dan seperempat dari mobil truk yang laku di USA dibeli oleh wanita (Aburdene & Naisbitt, 1993).
Tampaknya wanita semakin dominan perannya dalam kehidupan masa kini. Sayang sekali data perilaku wanita yang rinci seperti itu tidak dimiliki oleh kita di Indonesia.. Namun rasanya kecenderungan seperti itu juga muncul di Indonesia walaupun tidak sefantastis wanita di Amerika Serikat. Diduga kecenderungan perilaku wanita seperti yang dikemukakan di atas akan semakin dominan di milenium baru ini.
Selain internet ada permainan komputer yang diduga akan mempersempit perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak permainan elektronik Play Station yang sangat populer di Indonesia. Permainan dalam PS sangat banyak yang menonjolkan kekerasan. Permainan ini sangat digemari oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Kini berbagai permainan tersebut dapat diakses dan dimainkan melalui internet. Kini internet sudah menjadi pusat hiburan.
Kita belum memperoleh informasi yang sistimatik tentang perbedaan aspek kognitif dan kepribadian pria dan wanita sebagai akibat penggunaan teknologi komputer seperti yang dikemukakan di atas. Apakah masih ada perbedaan sifat kepribadian seperti yang secara tradisional kita ketahui bahwa wanita lebih menonjol dalam aspek verbal dan emosional, sedangkan pria lebih menonjol dalam aspek non-verbal dan lebih asertif (lihat Conger, 1975). Apakah ketakutan akan sukses semakin menipis pada kaum wanita (lihat Alimatus Sahrah, 1996). Kalau dikaitkan dengan aspek psikologi peran seks ( Bem, 1983.), apakah kini semakin banyak kelompok androgini, ataukah semakin banyak porsi wanita yang berperan seks maskulin? Bila demikian apakah dampaknya bagi hubungan sosial pria dan wanita?

> Perkembangan seksualitas.
Selain dapat digunakan untuk berpacaran melalui progam internet relay chatting (IRC), internet dapat pula digunakan untuk mengakses gambar dan filem porno. Walaupun gambar porno dan cerita porno dapat diperoleh dari berbagai sumber, kehadiran internet semakin menyemarakkan perolehan pronografi tersebut. Banyak pakar yang berpendapat bahwa rangsangan seksual yang diperoleh anak akan mempercepat proses kematangan seksual (lihat Conger, 1975).
Penggunaan internet untuk mengakses situs-situs porno memang sangat sulit untuk dihindari, mengingat bahwa situs-situs semacam itu tersedia sangat banyak dalam dunia maya tersebut. Menurut hasil penelitian Alvin Cooper (1998) dari San Jose Marital and Sexual Centre, yang tertuang dalam bukunya Sexuality and the Internet: Surfing into the new millennium, seks (baca: situs porno) merupakan topik nomor satu yang dicari para pengguna internet di Amerika. Kenyataan yang ada di Indonesia saat ini tampaknya tidak jauh berbeda. Hal itu terlihat dari masuknya situs-situs porno di search engine sebagai Top 10 Website yang paling banyak dikunjungi.
Dengan melihat jumlah pengakses situs-situs porno di internet yang cenderung meningkat dari hari ke hari, maka perlu diwaspadai dampak penggunaan teknologi tersebut terhadap kesehatan mental dan hubungan interpersonal si user/netter. Para psikolog dan ahli ilmu-ilmu sosial lainnya telah lama menaruh perhatian pada dampak yang ditimbulkan oleh situs-situs porno atau sering disebut juga sebagai "CYBERSEX". Ada dua pandangan yang muncul sehubungan dengan hal tersebut. Pertama, pandangan yang menganggap situs porno mendorong terjadinya hal-hal yang bersifat patologis bagi user. Pandangan ini cenderung berfokus pada perilaku addictive dan compulsive. Kedua, pandangan yang menganggap bahwa situs porno hanya merupakan sarana untuk mengekplorasi dan mencari informasi mengenai masalah-masalah seksual. Dengan kata lain mengakses situs porno merupakan suatu ekspresi seksual.




ANALISIS
Dalam artikel ini dapat saya pahami bahwa kemajuan teknologi komunikasi (internet) memudahkan berbagai hal baik itu yang mengarah kepada kebaikan atau pun keburukan, tergantung pada pengguna internet tersebut.
Karena Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, sehingga menambah kebutuhan dan ketergantungan kita juga meningkat terhadap teknologi semacam ini.
Berdasarkan poin-poin dampak psikologis pada artikel ppertama diatas maka dapat saya pahami bahwa :
1.Degan Individual space meningkat, maka jika masyarakat perkotaan yang sebelumnya dianggap sosialisasinya sangat sempit dari pada sosialisasi pedesaan, maka seiring dengan perkembangan teknologi semacam ini membuat sosialisasi masyarakata perkotaan semakin semakin lebih sempit lagi, yang saya sebut dengan individu-individual. Mereka asyik dengan diri mereka masing-masing dan menjadi sesuatu hal yang yang penting berinteraksi dengan orang lain.
2.teknologi ini juga menurut saya memberikan informasi terhadap masyarakat terlalu berlebihan bahkan terlalu beraneka ragam, sehingga informasi itu juga membentuk kekhawatiran dan Kecemasan masyarakat terhadap suatu fenomena juga berlebihan.
3.Kemudahan dalam mempromosikan barang-barang melalui internet merupakan dampak positif bagi perusahaan atau pengusaha. Namun tanpa kita sadari hal ini berdampak negative bagi konsumen karena semakin banyak barang yang mereka promosikan maka semakin meningkat pula kebutuhan konsumen. Dan sering kali barang yang mereka promosikan itu bersifat mempermmudah/praktis dan mempercantik secara berlebihan, yang mana hal ini akan membentuk pribadi pemalas, tidak kreatif, malas berfikir dan tak pernah ada rasa puas.
4.Tayangan dan informasi yang beraneka ragam yang ada di internet membuat Perbuatan criminal meningkat karena mudahnya untuk meniru perbuatan-perbuatan criminal lewat internet, baik kejahatan didunia maya maupun dunia nyata. Apa lagi sebelum adanya pemilihan home-page informasi yang jelas berdampak negative seperti pornografi dapat dengan bebas beredar diinternet.
5.Dengan adanya internet kita dapat dengan mudah memperoleh informasi-informasi atau pun pengetahuan, ini tentu dampak positif untuk kita khususnya untuk memenuhi rasa ingin tau kita.
Apalagi pada artikel kedua diatas mengatakan bahwa kemajuan teknologi menjadi tolak ukur maju tiadaknya suatu bangsa karena anak mampu memperoleh pengetahuan dengan mudah lewat internet, tapi jangan sampai kita lupa bahwa ada dampak yang dapat merusak moral anak yang membarengi pengetahuan lewat internet tersebut seperti pornografi dan tindakan-tindakan kriminal.
Jika kita ibaratkan internet ini sebagai perpustakaan pengetahuan bagi anak, sungguh mustahil rasanya perpustakaan pengetahuan mengandung unsur negatif yang merusak moral. Apalagi jika dibanding dengan perpustakaan formal yang tak mengandung sedikit pun unsure negative.
Dalam hal ini jelas bahwa kemajuan teknologi dengan hadirnya internet hanya untuk mempermudah memperoleh pengetahuan bagi anak, cukup dirumah dengan duduk dimeja belajar dan sebuah computer dengan kemampuan browsing serta mengklik beberapa situs anak sudah memperoleh pengetahuan. Berbeda dengan membeli buku dengan harga yang mahal dan pergi keperpustakaan formal, anak harus keluar rumah dan ribet untuk mencari buku tentang pengetahuan yang dicarinya.
Perlu diingat bahwa mengajarkan sosialisasi kepada anak itu penting, jangan ajarkan anak sibuk dengan dirinya sendiri, dikhawatirkan seiring dengan perkembangannya nanti dia sulit untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Dan tak kalah pentingnya kita harus memperhatikan penanggulangan dampak negative pada artikel kedua diatas.
Anak adalah generasi penerus bangsa, oleh karena itu jangan sampai kita salah mengarahkan dan membimbing mereka.
Mengenai internet sebagai sarana eksplorasi diri ini akan berdampak positif atau negative pada perkembangan sosialisasi diri sesorang, tergantung bagaimana cara mereka mengguunakanya apakah dengan kesaran penuh atau tidak. kemudahan berkomunikasi, menjadikan seseorang penuh kepalsuan jika tanpa kesadaran penuh, karena interaksi yang terjadi hanya didunia maya saja. Jika hal ini membuat mereka bingung dengan pribadi ganda mereka maka hal ini dapat menyebabkan gangguan kejiwaan seperti yang diungkapkan pada artikel ketiga diatas, yang juga menjadikan mereka sulit berinteraksi dalam kehidupan nyata. Dan sebaliknya jika seseorang menggunakan internet sebagai media eksplorasi diri dengan kesadaran penuh, ia akan mengalami pertumbuhan sebagai hasil dari refleksi dirinya secara utuh melalui internet karena dengan kemajuan teknologi semacam ini mereka dapat menyalurkan dan mengembangkan kreatifitas serta bakat mereka dengan Tanpa membedakan kemampuan laki-laki dan perempuan, karena tidak menuntut kerja otot, hanya mengandalkan kerja otak dan kelihaian dalam menggunakan teknologi semacam ini saja. Dalam hal ini juga saya menarik kesimpulan bahwa kemajuan teknologi komunikasi mampu mengapus isu gender yang terjadi dalam bidang kerja atau pun pengembangan bakat. Dan saya sebagai seorang perempuan, hal ini tentu merupakan dampak positif dan menarik karena disini perempuan mampu melakukan apa yang dilakukan oleh laki-laki,asalkan selama itu tidak terlalu ekstrim dan menyalahi kodrat mereka sebagai seorang perempuan.
Dan mengenai damapak internet dapat mengembangkan seksualitas dengan situs-situs pornonya juga tidak dapat kita hindari karena cakupan internet yang begitu luas dan bebas, control diri, kesadaran diri dan pengawasan lah yang digunakan sebagai senjata untuk melawan dampak negative yang sangat merusak moral ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar